3 Skill Dasar Arsitek Wajib Tahu

Sekarang jamannya milenial, kalian pasti sudah sering mendengar kalimat tersebut -- Ya, milenial. 
Jaman milenial identik dengan teknologi yang mutakhir, serba sophisticated, dan up to date
Sejalan dengan gaya hidup serta sarana dan prasarananya, semua hal terpengaruhi oleh kharisma sang Milenial.

Skill-Arsitek-Wajib-Tahu


Arsitek jaman sekarang tentu berbeda dengan arsitek era tahun 90-an dalam hal tuntutan hardskill. Contoh sederhana, waktu jaman saya kuliah dulu tidak banyak orang yang bisa menggunakan AutoCad. Namun sekarang, yang tidak mengenal AutoCad akan berada di barisan paling belakang dalam dunia perencanaan.

Untuk itu, bagi kalian para arsitek dan bakal arsitek yang ingin sejalan dengan konsep Milenial -- inilah menurut saya tools essential untuk dikuasai, atau minimal diketahui prinsip kerjanya agar kalian tetap seirama dengan tuntutan jaman. Cekidot:

1. AutoCad 

Software Computer Aided Design  atau lebih terkenal dengan istilah AutoCad, menjadi nomor satu yang harus Anda tahu keberadaannya. Lebih bagus lagi jika bisa dikuasai. Meskipun akhir-akhir ini perkembangan zaman sudah akan mulai bergeser dengan adanya BIM (Building Information Modelling).  Tapi percayalah, menguasai AutoCad adalah modal terbesar untuk terjun di kancah pertempuran sengit dunia perencanaan. Kenapa?, karena disitu kalian akan mengetahui cara membaca gambar, ditambah lagi aturan-aturan baku internasional yang akan berlaku sama di negara manapun. 

Jadi jika kalian bisa Autocad, you speak the same language.

2. Vector atau Bitmap Editor Software

Photoshop adalah sebuah software bitmap editor, sedangkan Adobe Illustrator adalah software vector editor. Menguasai salah satunya akan membuat Anda memiliki nilai +1 dalam kontes persaingan dunia arsitektur. Fungsi dasar dari mereka adalah sebagai tools untuk presentasi. Dan jika kalian berada di dunia yang mengedepankan visualisasi, maka penyajian presentasi itu ibarat gadis cantik yang pandai membawa diri. Artinya ngga ngebosenin. 

3. 3D Modeling Software

Jika kalian ngga tahu SketchUp, berarti kalian termasuk golongan orang-orang yang tidak memiliki hasrat dengan dunia desain arsitektur. SketchUp ini milik mbah Google, dan menurut saya adalah software 3D modeling versatile yang sangat powerful. Meskipun selain Google SketchUp ada banyak sekali software 3D modeling lain seperti 3D Studio Max, Blender, Maya, dsb. Tapi menurut saya Google Sketchup belum bisa ditandingi oleh software lain dimuka bumi ini dari segi kepraktisannya. 

Nah, tiga point diatas menurut saya adalah tools essentials/dasar yang sebaiknya dikuasai oleh kalian para bakal arsitek. Atau jika sudah jadi arsitek paling tidak kalian tahu workflow dari masing-masing software tersebut. Jadi in case anak buah lagi mudik atau berhalangan masuk padahal lagi urgent mau buka file, minimal bisa mengoperasikan sendiri. 

Tulisan kali ini saya akhiri dengan kesimpulan, bahwa meskipun jaman berubah menjadi semakin modern, secara kodrat seorang Arsitek tetaplah tidak berubah fungsinya sebagai perencana yang wajib menguasai problem solving skill, analytical skill, dan verbal communication skill. Software apapun itu hanyalah sebuah media menterjemahkan bahasa arsitek kepada client/boss/business owner dan bahkan kepada tukang lapangan supaya gampang dimengerti. 

Saya sendiri tidak membatasi untuk mempelajari hardskill diluar ketiga hal diatas, tapi kata Pak Mustajab guru Biologi saya waktu SMA; "banyak belajar banyak lupa, sedikit belajar sedikit lupa"....... 😀


Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "3 Skill Dasar Arsitek Wajib Tahu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel