6 Kesalahan Desain Toilet & Kamar Mandi Yang Biasa Terjadi

Toilet dan kamar mandi dalam kebiasaan orang Indonesia itu ada dua jenis, yakni; kamar mandi yang modern dengan menggunakan shower dan closet duduk, dan kamar mandi konvensional dengan menggunakan gayung dan closet jongkok. Yang akan saya bahas disini adalah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam membuat kamar mandi, dari mulai tahap desain sampai pelaksanaan. Karena baik type kamar mandi modern dan kamar mandi konvensional sama-sama cenderung memiliki faktor kesalahan yang sama.

1. Menempatkan closet di depan pintu

Menempatkan closet tepat didepan pintu secara kaidah desain itu kurang tepat, karena secara estetika dan faktor "perasaan" ketika orang membuka pintu akan terlihat bagian yang seharusnya sangat privat. Namun terkadang karena alasan keterbatasan ruang hal ini seringkali terjadi, atau biasanya closet masih dapat kelihatan dari sudut bukaan pintu masuk kamar mandi.
Bila hal ini tidak bisa dihindarkan, ada cara untuk menyiasatinya yakni dengan meletakkan visual block, seperti tirai, atau tanaman dalam pot, atau benda lain yang sifatnya mengaburkan pandangan terhadap closet secara langsung.
Toilet-Dan-Kamar-Mandi
Sumber: JDL Homes

2. Pemilihan material yang kurang tepat.

Kamar mandi modern cirinya adalah terdapat area basah dan area kering. Area basah ya daerah yang paling sering kena air, yaitu ruang shower. Sedangkan area kering biasanya closet, vanity (tempat untuk make up didalam kamar mandi) yang biasanya ada washtafel, cermin, dan meja.
Pemilihan material yang tepat maksudnya harus sesuai dengan fungsi ruangan, misalnya untuk area shower lantainya jangan menggunakan bahan yang licin/polished.

Kemudian pemilihan tile/keramik dengan ukuran besar. Ukuran keramik yang besar itu kelebihannya satu, dipasangnya cepet. Tapi bila dipakai untuk daerah kamar mandi yang notabene ruangannya kecil, jadinya punya kelemahan; yakni kalau untuk lantai susah ngatur kemiringan drainase-nya. Kalau untuk dinding susah ngatur ketemu naat (garis-garis sambungan) antara dinding dengan lantai, selain itu juga boros karena banyak waste (sisa potongan) yang kemungkinan ngga bisa dipakai karena harus menyesuaikan las-lasan (bahasa tukang untuk bagian akhiran pasangan).
Prinsip ini berlaku baik untuk kamar mandi modern dan konvensional.
Toilet-Dan-Kamar-Mandi
Sumber: Home adore

3. Kurang ventilasi

Saya sering melihat kamar mandi konvensional yang menggunakan bouvenlicht (istilah dari bahasa Belanda yang artinya jendela kisi-kisi) untuk sirkulasi udara alami di kamar mandi. Ini sudah benar karena udara yang lembab di kamar mandi bisa keluar melalui kisi-kisi tersebut. Tapi untuk kamar mandi modern yang biasanya ruangannya agak besar karena terdiri dari area basah dan kering malah justru kurang penghawaan.

Untuk itu, perlu dibuat sistem sirkulasi udara dengan menggunakan exhaust fan. Penempatan exhaust fan yang baik itu adanya di atas ruang shower dan diatas closet. Apalagi kalau showernya menggunakan sistem air panas dan dingin yang menghasilkan banyak uap air. Jika sirkulasi udaranya kurang jadinya akan terasa pengap dan terjadi embun dimana-mana.

Tips: untuk mengatasi cermin yang berembun akibat uap air panas dari shower bisa dipasangi mirror defogger yang diletakkan dibelakang cermin. Mirror defogger ini adalah elemen pemanas seperti yang biasa dipasang dibelakang kaca pintu mobil.

Toilet-Dan-Kamar-Mandi
Sumber: Feedly

4. Penempatan barang-barang yang tidak skalatis

Ini hanya terjadi pada kamar mandi modern. Seringkali karena terlalu bersemangat dalam mendesain kamar mandi, maka semuanya ingin dimasukkan. Seperti bathtub yang kegedean, washtafel yang (mungkin) kekecilan, lemari yang kurang fleksibel, dan sebagainya. Yang penting diperhatikan adalah penempatan barang tersebut harus sesuai dengan skala ruangan kamar mandi yang dimiliki. Jika rasio ruangan dengan perabotnya tidak seimbang, maka kesannya seperti penuh sesak, walaupun secara dimensi cukup tapi seperti kurang leluasa. Begitu juga sebaliknya.

Toilet-Dan-Kamar-Mandi
Sumber: Homes to love 


5. Instalasi plumbing yang kurang pas

Kamar mandi mempunyai jalur pemipaan air panas dan air dingin yang harus diperhatikan dengan baik. Beberapa kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dengan masalah pemipaan adalah:

  • Sisi air panas dan air dingin terbalik dengan yang tanda yang seharusnya sesuai di kran mixer. 
  • Pipa air bocor karena terkena paku atau sekrup ketika mau memasang cermin atau benda lain yang perlu melubangi dinding. 
  • Elevasi floor drain kurang rendah sehingga air buangan dari shower lama surutnya atau bahkan menggenang.
  • Bocor pada sambungan pipa air buangan karena tidak dikerjakan dengan grouting yang benar.
  • Tidak adanya instalasi CO (Clean Out) untuk memeriksa saluran air bekas yang mampet.
  • Penggunaan material yang tidak standard sehingga mudah aus. Sistem plumbing berhubungan dengan air yang bertekanan, jika material yang digunakan kurang bagus, maka resikonya akan mudah rusak yang mengakibatkan kebocoran.

6. Sistem waterproofing yang kurang diperhatikan

Kamar mandi yang posisinya tidak berada di atas tanah harus dilakukan teknik waterproofing yang benar agar terhindar dari kebocoran-kebocoran. Selain itu, struktur plat lantai beton untuk ruangan kamar mandi sebaiknya ikut diturunkan minimal 5cm untuk membantu elevasi dalam proses finishing nantinya daripada harus bobok-bobok karena perkara pemasangan penutup lantai. 
Teknik waterproofing bisa menggunakan sistem coating seluruh permukaan lantai beton yang sudah dibersihkan. Bagian yang ketemu dinding biasanya dikasih naik kurang lebih 40cm atau satu keramik lebih dikit, kalau untuk area shower saya biasanya sampai 1m. Jangan lupa untuk melakukan test genang setelah proses waterproofing untuk memastikan tidak ada kebocoran pada area kamar mandi.

Kesimpulan.

Jadi, meskipun kamar mandi adalah ruangan paling kecil yang ada di dalam rumah, tapi ternyata perlu perancangan dan pelaksanaan yang tepat. Dengan memperhatikan beberapa poin diatas, semoga kalian punya gambaran bagaimana memulai membuat kamar mandi dengan benar serta tidak terlalu banyak keluar biaya-biaya yang diluar anggaran!.
Selamat berkarya.
TAG