Alang-alang Sintetis | Alternatif Penutup Atap Yang Tahan 20 Tahun

Atap Alang-alang

Atap alang-alang biasa kita jumpai kalau kita sedang jalan-jalan di pantai, di pedesaan, dan kawasan wisata yang mengedepankan nuansa tropis. Sejarah penggunaan atap alang-alang ini merupakan hasil buah pikir para arsitek "alam" yang mampu menjawab tantangan iklim lingkungan sekitar. Bangunan-bangunan tradisional yang menggunakan atap alang-alang juga berfungsi sama seperti penutup atap dengan bahan sirap, genteng, dan sebagainya. 

Teknologi semakin berkembang dan ikut berupaya memberikan solusi terhadap bermacam cara manusia memperlakukan huniannya atas perlindungan cuaca. Salah satunya adalah mengganti alang-alang dengan plastik.

Wait, plastic........Really?

Ya, seperti yang diusung oleh brand ViroBuild dengan nama varian virothatch ini adalah sebuah material penutup atap sintetis yang menyerupai alang-alang asli. Dengan material berbahan dasar plastik Hi-Grade HDPE, maka tak heran jika ketahanan alang-alang yang telah terpasang bisa mencapai 20 tahun. Kualitas HDPE juga di klaim merupakan bahan yang "ramah lingkungan" karena kemampuannya dapat di daur ulang. Yah, paling tidak kami setuju dengan konsep Viro yang berupaya agar manusia mengurangi menebang pohon untuk membuat penutup atap. 

Spesifikasi & Cara Pemasangan

Virothatch memiliki 3 varian; Type Java, Type Java Aged, dan Type Bali. Masing-masing memiliki perbedaan di warna dan tekstur. Yang paling keliatan "kuno" adalah type Java Aged, ya maklum ada tambahan kata 'aged'-nya dibelakang. Sedangkan type Bali adalah yang paling halus dengan beberapa kombinasi warna seperti coklat tua, sawo matang, dan kuning gading, seperti layaknya warna natural alang-alang Bali.

atap-alang-alang-sintetis
Bagian Utama Yang Ada Di Viro Thatch
atap-alang-alang-sintetis

atap-alang-alang-sintetis
Sebenarnya semua tukang bisa memasang sistem yang dibuat oleh ViroBuild ini. Tapi menurut saya walaupun kita akan menggunakan tenaga kerja sendiri, sebaiknya pertama kali tetap minta supervisor mengajari cara pemasangan yang benar. Karena disitu juga ada garansinya. 

Nah, membahas tentang Viro maka sebaiknya juga mengulas tentang kelebihan dan kekurangannya. Beberapa kelebihan menggunakan alang-alang sintetis Viro ini adalah:
  1. Sangat lebih awet dibandingkan alang-alang alami.
  2. Easy maintenance, tidak perlu mengganti alang-alang karena kasus dibawa kabur burung. 
  3. Anti bocor dan anti rayap, berkat sistem dan material yang dipakai oleh Viro.
  4. Versatile, dapat dipakai pada bermacam-macam bentuk atap.
Sedangkan kelemahan atap alang-alang sintetis menurut kami adalah:
  1. Harga relatif mahal, karena belum banyak kompetitor yang bermain di arena per-alang-alangan.
  2. Lapisan bawah dari material penutupnya (OSB), adalah non-exposed. Jadi kalau ngga mau keliatan panel yang masih mentah harus ditutup lagi pakai material dari Viro atau kreasi sendiri.

atap-alang-alang-sintetis


atapalang-alang-sintetis

Kesimpulan:
Berdasarkan pengalaman saya menggunakan atap alang-alang sintetis dengan brand Viro pada salah satu proyek Resort ini ada point plus yakni terbukti bahwa hampir tidak ada kasus kebocoran akibat salah praktik dalam pemasangan. Paling tidak hingga tulisan ini dibuat, umurnya sudah sekitar satu setengah tahun lebih, artinya sudah melewati durasi maintenance yang di garansi oleh pihak supplier.

Menurut saya pribadi mengenai perkembangan material atap alang-alang sitentis ini kedepannya masih akan cukup banyak diminati untuk scope project commercial. Namun begitu, tetap saja keberlangsungan permintaan ini akan sejalan dengan industri pariwisata Nasional. Bila iklim pariwisata mendukung, maka di tahun 2019 ini saya melihat masih banyak proyek-proyek commercial and hospitality yang masih berjalan.

Sedangkan dari sisi internal supplier sendiri menurut saya yang harus terus ditingkatkan adalah kualitas sumber daya manusianya (labor skill level). Secara teknis pemasangan atap alang-alang sintetis tidaklah sama dengan pemasangan atap alang-alang alami. Pentingnya pemahaman terhadap karakter material harus benar-benar dikuasi oleh supervisor di lapangan agar jika ada kendala teknis akan segera dapat diatasi.

TIPS Praktis Pengawasan Pekerjaan Lapangan Atap Alang-alang Sintetis VIRO:

1. Kenali type alang-alang sintetis yang akan dipasang.
Seperti yang telah saya jelaskan diatas, ada 3 (tiga) jenis alang-alang sintetis yang dibawa oleh VIRO. Perbedaannya hanya di tampilan alang-alangnya saja. Sedangkan material pendukungnya semua sama. Ini berguna jika kalian mengawasi proyek resort yang memiliki banyak unit hunian, terkadang spesifikasinya menuntut lebih dari satu jenis alang-alang sintetis. Maka pastikan jangan salah lokasi.

2. Pastikan kalian sudah menghitung kebutuhan volume-nya dengan benar.
Pentingnya menghitung volume adalah kalian dapat menentukan strategi yang baik dalam pelaksanaan kerja di lapangan. Contohnya; kalian dapat mengatur berapa group yang dibutuhkan untuk menyelesaikan unit-unit proyek kalian. Kalian dapat menentukan spot-spot yang baik untuk menimbun material sebelum terpasang. Spot yang buruk akan mengurangi efektifitas kerja, karena bisa saja dia akan: terlalu jauh dari lokasi pemasangan, atau mengganggu pekerjaan divisi lain sehingga kalian dihadapkan dengan situasi yang namanya "kucing beranak", artinya selalu berpindah-pindah mencari spot timbunan material.

3. Siapkan terpal untuk jaga-jaga perubahan cuaca yang ekstrim
Pemasangan di luar ruangan itu musuhnya adalah hujan, apalagi masang atap. Kalau sudah turun hujan ya mau tidak mau aktivitas pemasangan atap alang-alang sintentis itu akan berhenti. Ini akan menjadi sebuah kendala besar apabila kita berada di waktu yang setiap harinya turun hujan deras.

Pasalnya, jika lapisan atap alang-alang sintetis yang baru dipasang baru selesai di tahap OSB, besar kemungkinan air hujan akan masuk kedalam celah-celah yang belum dilapisi waterproofing dengan baik. Sehingga dikhawatirkan akan merusak finishing plafon yang ada di bawahnya. Untuk itu, lebih baik siapkan terpal yang cukup agar ketika aktivitas pemasangan atap alang-alang berhenti tidak  akan merusak pekerjaan lainnya.

TAG