Harmoni Warna | Dasar Pengetahuan Desain Kamu Harus Tahu

Menguasai Warna Sebagai Elemen Penting Desain

Prinsip desain interior, desain arsitektur, maupun desain grafis semua bidang tersebut menggunakan warna sebagai elemen penting pelengkap desain. Hampir tidak ada suatu benda padat di dunia ini yang tidak memiliki warna, bahkan hitam dan putih juga termasuk warna. Untuk mengetahui komposisi warna yang baik, ada yang namanya skema warna. Ini yang akan kita bahas dalam artikel tutorial kita kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian yang akan belajar tentang desain apapun itu.
Prinsip-Desain-Interior

Mengapa Saya Harus Tahu Harmoni Warna

Sebelum kita mulai, ada baiknya kita pahami dulu beberapa alasan mengapa kita harus mengetahui tentang teori warna. Setidaknya ada 3 hal yang mendasari pertanyaan itu:
  • Warna memiliki kekuatan untuk membentuk dan merusak karya kalian.
  • Warna memiliki kekuatan untuk membangun emosi dan persepsi seseorang.
  • Warna memiliki kedudukan yang sama penting dengan layout dan keseimbangan.
Nah, untuk mengawali pemahaman tentang warna. Ada 2 konsep yang berkaitan dengan warna yaitu:
  1. SATURASI (saturation), atau intensitas warna.
  2. VALUE (nilai), atau tingkatan gelap dan terang dari sebuah warna.
Dengan satu warna saja, kita bisa memiliki 2 karakter tersebut. Misalnya kita ambil warna merah, maka value dan saturation bisa kita mainkan untuk mendapatkan banyak sekali warna turunannya. Seperti contoh pada gambar berikut:
Prinsip-Desain-Interior

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, maka kita dapat memanfaatkan warna untuk membangun emosi dan persepsi seseorang, menyampaikan pesan tertentu, dan sebagainya. Pengaturan warna terang dan saturasi tinggi akan mengesankan perasaan dan mood yang positif. Kebalikannya, pengaturan warna gelap dan saturasi rendah akan membuat suasana dan mood yang negatif. 

Penggunaan value dan saturation juga berguna untuk mengarahkan seseorang dengan "focal point" atau titik penting yang ingin kita sampaikan. Seperti contoh pada desain dibawah:

Prinsip-Desain-Interior
Joey Bearbower

Desain diatas ingin menekankan focal point pada huruf T-R-Y yang ditebalkan (saturated) namun kalimat sesungguhnya adalah "Trust Your Ability". Banyak hal yang bisa kalian kreasikan hanya dengan mengatur nilai dan saturasi pada sebuah warna dan background.

Teori Harmoni Warna Dengan Color Wheels

Nah, setelah kita mempelajari Saturation dan Value maka tahap berikutnya adalah mempelajari harmoni warna. Harmoni warna adalah teori susunan warna yang dapat kita pakai dalam sebuah desain sesuai dengan jenis struktur warna. Dalam menyusun harmoni warna kita menggunakan colour wheels atau lingkaran warna, seperti gambar dibawah ini:

Prinsip-Desain-Interior

Dengan lingkaran warna ini, kita bisa mendapatkan kurang lebih 5 variasi jenis komposisi warna sesuai strukturnya, yaitu:

1. Monochromatic

Pada prinsipnya, monochromatic adalah satu jenis warna yang kita mainkan nilai dan saturasinya
Prinsip-Desain-Interior
Monochromatic adalah variasi warna paling sederhana yang bisa diterapkan dalam sebuah desain. Dalam desain interior, prinsip monokromatik adalah yang paling sering digunakan karena paling mudah. Semakin banyak warna yang digunakan dalam satu ruangan, semakin sulit untuk mencapai keseimbangan. 


Atau contoh penggunaan monokromatik dalam desain typography:

2. Complementary

Yang kedua adalah komplementer, jenis harmoni warna komplementer adalah gabungan 2 warna dalam lingkaran warna yang saling berhadap-hadapan. Ini juga merupakan varian yang populer. 
Cara terbaik menggunakan teori warna komplementer adalah jangan mengatur komposisi yang sama besar 50-50, tapi pilih satu sebagai warna yang dominan dan satu lagi sebagai pendukung.

Prinsip-Desain-Interior
Seperti pada contoh aplikasi teori komplementer dibawah, penggunaan warna dominan dipakai warna biru sedangkan warna kuning yang didapatkan dari pemilihan furniture dipakai sebagai pelengkap.


Atau contoh penggunaan teori warna komplementer pada desain typography seperti berikut:

 argoos.letters

3. Split Complementary

Perkembangan dari komplementer, split complementary adalah tambahan 1 warna di samping kiri dan kanannya. Dengan penggunaan 3 warna, lebih memicu kreatifitas untuk bisa seimbang dalam sebuah penyajiannya. Namun apabila berhasil, nantinya akan mendapatkan sebuah karya yang otentik dan berciri khas.
Prinsip-Desain-Interior
Dalam sebuah desain interior, penerapan harmoni warna split komplementer seperti contoh berikut:

Prinsip-Desain-Interior
Maupun dalam desain typography, split komplementer bisa juga seperti ini:

Prinsip-Desain-Interior

4. Analogous

Yang keempat adalah Analogus, penggunaan kombinasi analogus adalah dengan deret 3 warna yang ada di dalam lingkaran warna. Kombinasi warna analogus ini adalah kombinasi favorit untuk desain yang natural.
Prinsip-Desain-Interior

Prinsip-Desain-Interior

Contoh penerapan harmoni warna analogus dalam desain typography:

Prinsip-Desain-Interior

 5. Triadic

Triadik adalah penggunaan kombinasi warna yang memiliki jarak sama diantara ketiganya di dalam lingkaran warna. Seperti penggunaan kombinasi 3 warna yang saya sebutkan sebelumnya, untuk mencapai keseimbangan 3 warna perlu ketelitian agar tidak saling tumpang tindih. Salah satu aturan dasar yang paling gampang adalah jangan memberikan porsi yang sama besar pada masing-masing warna. 
Prinsip-Desain-Interior
Prinsip-Desain-Interior

Kesimpulan

Dengan masing-masing karakter yang bisa kalian manfaatkan dari harmoni warna. Semoga kalian bisa berkreasi lebih jauh lagi dalam membuat karya desain. Jangan takut untuk mencoba, karena semakin sering kita berlatih akan semakin kaya pengalaman warna kita dan semakin mudah menentukan rancangan yang akan kita buat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Harmoni Warna | Dasar Pengetahuan Desain Kamu Harus Tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel