Site Induction | K3 - Keselamatan Kerja Adalah Yang Utama

Site Induction atau pengenalan terhadap lingkungan proyek berkaitan erat dengan masalah K3, atau Kesehatan & Keselamatan Kerja. Ketika seorang staff karyawan, pekerja, atau bahkan tamu (visitor) yang masuk kedalam proyek menurut peraturan HSE adalah wajib bagi petugas K3 untuk mencari tahu apakah mereka telah diberikan informasi mengenai tata cara berkegiatan di dalam lingkungan proyek. 
Misalnya, pemberitahuan mengenai kewajiban mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) pada area-area khusus, larangan-larangan yang harus dipatuhi, informasi jalur evakuasi, dsb. Dengan adanya site induction, maka salah satu aspek penting yang menjadi syarat sebuah proyek yang terstandardisasi telah terpenuhi. Bahkan tidak jarang pemilik proyek menilai kualitas kontraktor tak hanya dari grade formal saja namun juga dari segi performa K3 yang dimilikinya.
Site-Induction-Keselamatan-Kerja
Cakupan tugas dan pekerjaan K3 cukup luas dan vital di dalam keberadaan sebuah proyek. Tanggung jawab K3 adalah memastikan bahwa semua pekerja dapat beraktivitas dengan aman, baik untuk diri mereka sendiri maupun terhadap pekerja yang lainnya. K3 berhak melarang seorang pekerja untuk melakukan suatu jenis pekerjaan apabila tidak sesuai dengan standar keamanan yang ditentukan. Sebagai contoh, tukang las yang mengerjakan sambungan-sambungan las di area kerja harus memiliki APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang lokasinya mudah dijangkau, harus memakai kacamata las yang standar, sarung tangan anti api, dsb.

Nah, sudah kebayang kan ribetnya?. Tapi percayalah bahwa sebuah kedisiplinan terhadap keselamatan diri pada akhirnya akan membawa etos kerja yang berkualitas. Untuk itu, ada beberapa kiat untuk menerapkan induksi yang baik menurut Stacey Cook, seorang pengawas keselamatan kerja dari New South Wales, Australia:
  1. Berikan penjelasan singkat kepada pekerja mengenai pentingnya menjaga keselamatan kerja diri pribadi dan orang lain. Kebiasaan buruk pekerja proyek adalah mereka ingin menyelesaikan bagian pekerjaan mereka sendiri tanpa mengindahkan pekerjaan orang lain. Maka berikan pemahaman bahwa semua pekerjaan terkait satu dengan lainnya dalam hal kepentingan proyek.
  2. Berikan leaflet bila perlu yang berisi peraturan apa saja yang bisa dikerjakan oleh pekerja di dalam site. Didalamnya bisa berisi mengenai area-area yang dilarang melintas, informasi terhadap bahaya dan potensi kebakaran, dan berikan arahan yang tegas untuk melaporkan segera apabila melihat atau menemukan tanda bahaya. 
  3. Berikan briefing singkat pada pekerja tentang tata cara P3K dalam keadaan darurat dan kenalkan dengan petugas jaga K3 saat itu.
  4. Jelaskan mengenai tempat-tempat yang merupakan fasilitas umum milik pekerja, dan staff atau tamu seperti tempat ibadah, kantin, serta akses keluar masuk material dan umum. Pemberian tanda-tanda jalur evakuasi yang jelas juga penting untuk memastikan tidak terjadi kebingungan saat keadaan darurat.
  5. Bila perlu berikan penjelasan mengenai status proyek terkini meliputi; jumlah pekerja, dan target-target jangka pendek yang sedang dicapai saat itu.
  6. 6. Jelaskan aturan administrasi yang wajib dipatuhi bagi pengunjung untuk selalu membawa identitas yang bisa dikenali dengan cepat oleh orang lain seperti keytag dan klasifikasi tanda visitor yang memasuki area proyek.
  7. Jelaskan skenario-skenario evakuasi dalam situasi buruk seperti keadaan bencana alam maupun keadaan kecelakaan kerja yang tiba-tiba. Mengenali bunyi-bunyi alarm dan bagaimana merespon signal tersebut dengan keadaan tidak panik. Untuk pekerja sebaiknya diperkenalkan cara penggunaan APAR dan metoda pemadaman api darurat menggunakan teknik fire blanket. 
  8. Terapkan alur ekstraksi limbah atau sampah proyek dengan baik, karena seringkali kejadian kecelakaan yang tidak terduga berasal dari 3 faktor, yakni terpeleset, tersandung, dan terjatuh (slip, trip, and fall hazard).
  9. Pastikan bahwa tenaga-tenaga yang memiliki skill khusus seperti Crane Operator, Forklift Driver, memiliki sertifikasi yang sesuai dengan keahliannya. Beberapa sertifikasi menyertakan masa berlaku yang tertera di surat keterangan tersebut, sehingga bila expired maka wajib untuk memperbarui.
  10. Hal-hal lain yang termasuk standard K3 adalah rambu-rambu keamanan, penyediaan obat-obatan, dan pemeliharaan alat keamanan merupakan bagian dari tugas K3 yang juga harus diperhatikan.
Sebenarnya masih ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai teknis K3 dan site induction, tapi secara general 10 poin diatas cukup mewakili untuk bisa diterapkan dalam sebuah proyek skala menengah ke atas. Bagaimana dengan proyek kalian?, silahkan komentar dibawah bila ada hal yang belum saya cantumkan. 
TAG